Kenali Ciri-Ciri Penipuan Lowongan Kerja Palsu, Jangan Sampai Tertipu!

Tips  

Memang benar kalau mencari kerja di zaman sekarang lebih mudah dibandingkan dengan zaman dahulu. Dengan adanya perkembangan teknologi kita jadi lebih mudah untuk mencari pekerjaan. Namun, mencari lowongan pekerjaan juga membutuhkan ketelitian. Karena tidak sedikit oknum yang memanfaatkan situasi ini agar para pelamar kerja tertipu karena kurangnya penelitian dan sedang semangat-semangatnya mencari kerja.

Lowongan kerja (loker) saat ini banyak dibagikan lewat media sosial dan broadcast di aplikasi pengirim pesan seperti WhatsApp atau Telegram. Namun, tidak sedikit info lowongan pekerjaan yang dibagikan ternyata palsu dan bertujuan untuk menipu.

Banyaknya orang yang membutuhkan pekerjaan menjadi salah satu alasan mengapa penipuan jenis ini sering terjadi. Kerugian yang dirasakan korban juga jumlahnya tak sedikit.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Salah satu ciri umumnya adalah penipuan lowongan kerja palsu dengan meminta sejumlah uang sebagai biaya perjalanan atau administrasi.

Untuk itu, untuk kamu para jobseekers, hindarilah kemungkinan Kamu untuk terjebak dalam penipuan lowongan kerja dengan mengenali beberapa ciri-cirinya.

Berikut adalah ciri-ciri lowongan kerja palsu yang perlu Kamu ketahui:

1. Persyaratan yang sangat sederhana

Ciri-ciri pertama dari lowongan pekerjaan palsu adalah dengan persyaratannya yang sangat sederhana. Seperti yang kita tahu, bahwa perusahaan membutuhkan karyawan dan profesional berbakat di bidang yang mereka inginkan. Jadi, jika persyaratannya sangat sederhana, itu perlu dicurigai. Ini merupakan salah satu trik agar para pencari kerja merasa tertarik dengan kemudahan mendaftar.

Jika mendapatkan persyaratan suatu lowongan pekerjaan yang menurut kamu siapa saja bisa berpartisipasi, kamu harus curiga dengan lowongan pekerjaan tersebut. Salah satu contohnya adalah syarat lulusan SMA atau sarjana dari jurusan apa pun tanpa pengalaman dan siap bekerja secepatnya. Persyaratannya juga cenderung sedikit tanpa informasi lebih dalam mengenai job desc posisi yang dibutuhkan. Untuk itu, kamu perlu mempelajari banyak tips mencari lowongan kerja yang aman.

2. Informasi tidak jelas

Ciri-ciri lowongan kerja palsu selanjutnya yaitu sumber informasinya yang tidak valid. Tidak jarang beredar informasi loker yang mengatasnamakan perusahaan-perusahaan ternama bahkan BUMN yang membutuhkan banyak posisi yang dicari.

Karena itu, pastikan sumber informasi lowongan kerja yang kamu terima berasal dari akun atau website resmi perusahaan. Jika tidak tercantum informasi pembukaan lowongan kerja, maka kemungkinan informasi lowongan kerja tersebut adalah palsu.

3. Tidak menggunakan alamat e-mail resmi

Para pencari kerja pasti sering menerima undangan untuk melakukan interview melalui e-mail. Tapi, hal ini juga bisa menjadi salah satu modus penipuan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Untuk memastikannya, coba periksa kembali domain email pengirim. Apabila menggunakan domain email seperti yahoo.id atau gmail.com, ada kemungkinan jika ini merupakan penipuan. Karena, setiap perusahaan khususnya kementerian, BUMN, dan perusahaan swasta lainnya memiliki email dengan domain resminya sendiri.

4. Penggunaan tata bahasa yang berantakan

Ciri-ciri lowongan kerja palsu lainnya ialah dengan menggunakan tata bahasa yang berantakan dan tidak baku. Setiap perusahaan tentu memiliki bagian recruitment atau HR yang profesional.

Jika kamu menemui informasi lowongan kerja dengan tata bahasa yang tidak baku, berantakan, dan bahkan di kalimatnya banyak terjadi salah ketik, kemungkinan besar itu adalah lowongan kerja palsu.

Apalagi, jika informasi lowongan pekerjaan itu dikirimkan menggunakan SMS atau WhatsApp dan menggunakan nomor pribadi bukan milik perusahaan.

5. Formulir yang diberikan jelek

Ciri-ciri lowongan kerja palsu yang terakhir adalah modus phising. Berhati-hatilah saat klik tautan yang dikirimkan oleh orang yang tidak dikenal. Bisa jadi itu merupakan modus untuk mencuri data pribadi kamu.

Pastikan alamat e-mail yang mengirim link tersebut asli dengan cara yang telah disebutkan di atas. Memang, ada beberapa lowongan pekerjaan yang harus mengisi formulir di Google Form.

Namun, perhatikan juga permintaan dalam formulir tersebut. Apabila diminta untuk unggah dokumen penting seperti foto selfie ktp, atau rekening dan sebagainya, sebaiknya jangan kamu lakukan karena patut dicurigai jika itu merupakan lowongan kerja palsu.

Nah gais, kamu udah bisa membedakan mana lowongan kerja beneran dan palsu?

Penulis: Adwin Aqshal | Editor: Miko

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Penulis Leupas

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image